Karakteristik Reksadana Pasar Uang
0 Comments

Ada empat jenis reksadana yang bisa Anda pilih untuk melakukan investasi, yaitu reksadana pasar uang, saham, obligasi, dan campuran. Dari keempat jenis tersebut, reksadana pasar uang adalah yang paling konservatif. Jika berinvestasi pada reksadana jenis ini, maka 100% instrumennya harus berupa pasar uang. Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan pasar uang dan bagaimana karakteristik dari reksadana jenis ini? Berikut ulasannya.

Cocok untuk Investor dengan Tujuan Investasi Kurang dari Setahun

Instrumen pasar uang adalah instrumen yang investasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Produk di pasar uang bisa berupa deposito, surat perbendaharaan negara, dan sertifikat Bank Indonesia. Bahkan obligasi yang jatuh temponya panjang pun, jika sudah berjalan selama beberapa waktu tetapi jatuh temponya menjadi kurang dari setahun, maka bisa juga digolongkan ke dalam instrumen pasar uang.

Karena karakteristiknya tersebut, reksadana pasar uang sangat direkomendasikan bagi investor yang memiliki tujuan investasi kurang dari setahun. Sebagai contoh, Anda sedang menyiapkan rencana pulang kampung saat lebaran atau liburan bersama keluarga. Nah, reksadana pasar uang bisa Anda pertimbangkan sebagai cara untuk mengumpulkan dananya. Selain itu, Anda juga bisa menempatkan sebagian porsi dana darurat di reksadana pasar uang. Pasalnya, potensi return-nya cenderung lebih tinggi dibandingkan deposito dan bisa dicairkan sewaktu-waktu.

Saatnya Berinvestasi, Reksadana

Minimnya Risiko dalam Beinvestasi

Dibandingkan dengan ketiga jenis reksadana lain, reksadana pasar uang memiliki risiko yang paling minim. Ya, Anda memang hanya diperbolehkan untuk menanamkan dana pada produk-produk di pasar uang. Namun, ingat, produk pasar uang tidak hanya mencakup deposito. Masih ada surat perbendaharaan negara, sertifikat Bank Indonesia, dan obligasi yang jatuh temponya kurang dari setahun.

Terlebih, kebijakan reksadana pasar uang membatasi penempatan maksimum 10% pada setiap instrumen. Dengan begitu, risiko pun menjadi terbatas secara sendirinya. Jadi, apabila ada salah satu instrumen yang ternyata penerbitnya mengalami gagal bayar, Anda tidak perlu khawatir karena masih ada instrumen lain yang bisa diandalkan untuk memberikan return maksimal. Sebagai tips investasi reksadana pasar uang, jangan lupa memperhatikan tentang pembagian instrumen ini pada Fund Fact Sheet yang akan diberikan oleh pihak perusahaan sekuritas atau bank tempat Anda investasi.

Nilai Return Berubah Mengikuti Suku Bunga Pasar

Sama seperti jenis reksadana lainnya, reksadana pasar uang juga memiliki return yang nilainya berubah-ubah karena mengikuti suku bunga pasar. Jadi, apabila misalnya ada reksadana pasar uang yang mengatakan bahwa return-nya sebesar 5%, itu berarti hanya indikasi. Pada praktiknya, dalam waktu setahun ke depan, nilai return tersebut bisa berubah lebih besar atau lebih rendah.

Namun, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Salah satu produk pasar uang adalah deposito. Bagi Manajer Investasi yang menyertakan deposito dalam kombinasi instrumen reksadana pasar uang, penurunan suku bunga BI Rate belum tentu akan membuat kinerjanya menurun. Selain itu, karena besarnya dana kelolaan yang dimiliki Manajer Investasi, biasanya mereka mendapatkan penawarkan bunga deposito yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar.

Kerap Dikaitkan dengan Deposito

Karena berbagai karakteristiknya tersebut, reksadana pasar uang kerap disamakan dengan deposito. Padahal, deposito hanya merupakan salah satu produk pasar uang. Dalam deposito, Anda diharuskan untuk menyetor dana dalam jumlah minimal, biasanya sebesar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Namun, pada reksadana pasar uang, Anda bisa menyerahkan uang sebesar ratusan ribu saja untuk melalukan deposito. Nantinya, Manajemen Investasi akan mengumpulkan dana Anda dan investor lain untuk kemudian dialokasikan pada deposito.

Hal lain yang membedakan reksadana pasar uang dari deposito adalah likuiditasnya. Deposito mengharuskan Anda untuk menyetor uang dalam jumlah tertentu selama tenor yang telah ditentukan. Dalam jangka waktu tersebut, Anda tidak diperbolehkan untuk mencairkan uang. Jika tetap dilakukan, Anda akan terkena penalti. Hal ini berbeda dari reksadana pasar uang yang memungkinkan Anda untuk melakukan pencairan dana kapan pun Anda inginkan.

Mengingat risikonya yang minim, reksadana pasar uang dapat menjadi opsi investasi yang cocok bagi para pemula. Jadi, apakah Anda tertarik untuk berinvestasi pada reksadana pasar uang?

shares