Jadwal Sholat Tanggal 19 – 31 Mei 2021 dan Letak Masjid di Jakarta

Jadwal sholat ditentukan dari pergerakan matahari yang dilihat dari bumi. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan, maka muncul berbagai kemudahan sehingga semua hal menjadi lebih praktis termasuk dalam hal beribadah khususnya sholat fardhu. …

Ingin Liburan Bersama? 3 Poin Berikut Wajib Banget Dilakuin!

Siapa yang kangen liburan? Kegiatan liburan biasanya dinantikan karena bisa mengistirahatkan pikiran sejenak dan bersenang – senang setelah penat bekerja. Waktu yang pas untuk liburan adalah saat long weekend. Kegiatan ini …

3 Tahapan Fase pada Siklus dan Proses Menstruasi

Sebagai seorang wanita, pastinya akan mengalami yang namanya menstruasi. Hal tersebut menjadi suatu tanda bahwa seorang wanita telah memasuki usia kedewasaan. Dalam proses menstruasi tersebut terdapat beberapa fase yang harus dilewati. …

Karakteristik dan Konsep Industri Kreatif
0 Comments

Konsep industri kreatif digunakan untuk setiap jenis kegiatan yang mengandalkan ide baru dan dukungan teknologi digital. Industri ini tidak hanya dilakukan individu atau golongan tertentu saja. Bahkan industri 4.0 ini sudah menjadi elemen penting sebagai salah satu penopang ekonomi negara.

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai industri di bidang kreatif beserta konsep dan perkembangannya. Jadi, bagi kamu yang ingin terjun di bidang ini, pahami dulu konsep dan informasi penting lainnya, ya.

Karakteristik Industri Kreatif

Setiap industri tentu memiliki ciri khasnya tersendiri, sehingga bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Tak terkecuali industri kreatif yang menunjukkan keunggulannya dalam hal kreativitas. Berikut karakteristik dari industri 4.0 ini yang bisa kamu pahami:

  • Menggunakan ide atau gagasan sebagai faktor utama.
  • Konsep yang diterapkan bersifat relatif.
  • Pengembangan tidak memiliki batasan di berbagai bidang bisnis.
  • Memiliki siklus yang singkat, keanekaragaman tinggi, margin tinggi, mudah ditiru, dan persaingan tinggi.
  • Diperlukan kerjasama yang apik dari semua pihak yang terlibat, misalnya kaum cendekiawan, dunia bisnis, dan kebijakan pemerintah.
  • Memiliki elemen utama berupa kreativitas dan keahlian yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan.
  • Tersusun dari penyediaan produk kreatif langsung pada konsumen.

Konsep Industri Kreatif

Perkembangan industri kreatif yang terdiri dari 16 subsektor dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi bagi SDA yang ada. Kreativitas manusia dianggap sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Tak heran jika hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Industri kreatif pada dasarnya merupakan sebuah konsep ekonomi yang mengintensifkan kreativitas dan informasi. Ide dan pengetahuan adalah sebagai faktor produksi utama dan disokong oleh keberadaan teknologi.

Konsep ini diperkenalkan pertama kali melalui buku The Creative Economy: How People Make Money from Ideas karya John Howkins. Saat itu Howkins menyadari adanya potensi ekonomi baru yang mengandalkan kreativitas.

Pada tahun 1997, Amerika Serikat telah mengekspor produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 miliar dollar. Bahkan menjadikannya sebagai produk ekspor dengan nilai terbesar saat itu.

Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia

1. Dimulai Sejak 2006

Di Indonesia sendiri perkembangan industri kreatif dimulai sejak tahun 2006. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi instruksi untuk mengembangkan sektor di bidang kreatif. Salah satu perwujudannya adalah membentuk Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan.

Badan tersebut dibentuk untuk mengembangkan ekonomi kreatif di tanah air. Setelah itu, pada tahun 2007 diluncurkan Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia di Trade Expo Indonesia.

2. Dibentuknya BEKRAF

Pada 2015 Presiden Joko Widodo membentuk BEKRAF (Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Lembaga non kementrian ini berada di bawah naungan presiden, melalui menteri yang mengurus bidang pariwisata.

Badan ini berfungsi untuk membantu presiden dalam merancang, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif. Salah satu yang termasuk di dalamnya adalah industri kreatif.

Setidaknya terdapat 16 subsektor industri kreatif yang diidentifikasikan oleh Departemen Perdagangan, yaitu sebagai berikut:

  • Arsitektur
  • Desain interior
  • DKV
  • Desain produk
  • Film, animasi, dan video
  • Fotografi
  • Kriya
  • Kuliner
  • Musik
  • Fashion
  • App & games
  • Penerbitan
  • Periklanan
  • TV & Radio
  • Seni pertunjukkan
  • Seni rupa

3. Kontribusi Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

Industri kreatif yang berkembang di Indonesia ternyata memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian. Termasuk Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang menunjukkan tren positif. Contohnya lapangan kerja yang bertambah.

Oleh karena itu, bukan tidak mungkin industri kreatif akan menjadi pilar ekonomi Indonesia di masa depan. Pertumbuhan ekonomi karena industri kreatif pada 2016 disebut sebesar Rp 922.59 triliun atau 7.22% terhadap total PDB Indonesia.

Sektor yang memberi sumbangan terbesar berasal dari fashion, kuliner, dan seni kriya. Di tahun berikutnya, PDB Indonesia menembus angka Rp 1.009 triliun.

Contoh industri kreatif yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tersebut berasal dari subsektor DKV, musik, arsitektur, film, animasi, dan video.

Sedangkan di tahun 2019, industri kreatif menyumbang PDB nasional sebesar Rp 1.105 triliun. Nominal tersebut berasal dari 16 subsektor di antaranya desain interior, arsitektur, kerajinan (kriya), DKV, fotografi periklanan, seni rupa, aplikasi, tv, dan radio.

Perkembangan ini menjadikan Indonesia berada di posisi ke 3 yang menempatkan industri kreatif sebesar penyumbang terbesar PDB nasional.

4. Sumbangan Terhadap Lapangan Pekerjaan

Industri kreatif memberikan peluang besar untuk usaha baru bermunculan. Di tahun 2019 saja, industri ini telah menyerap lebih dari 17 juta lapangan pekerjaan. Meski demikian, nyatanya perkembangan industri ini di tanah air masih menemui kendala.

Misalnya penyebaran sumber daya yang belum merata. Selain itu, masih sulit untuk menembus pasar internasional. Beberapa usaha kreatif pun masih kesulitan memperoleh sumber pendanaan, sehingga sulit berkembang.

Ulasan mengenai konsep industri kreatif dan perkembangannya di Indonesia di atas semoga bisa dipahami dengan baik. Hal ini akan membuka wawasan kita bahwa industri di bidang ini memang memberikan banyak dampak positif, terutama dalam segi pertumbuhan ekonomi nasional.

shares