Mengenal Jenis Disinfektan yang Harus Diencerkan Sebelum Digunakan

Kondisi sekarang ini memang membuat kita harus serba waspada akan serangan virus dan bakteri. Karena ini memang tidak main main, sudah menjadi wabah dunia dan merenggut banyak korban, serta menimbulkan kerugian …

4 Tips Untuk Kamu Yang Memiliki Mobilitas Tinggi

Memasuki usia dewasa pasti kita semua akan berusaha mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Banyak sekali jenis pekerjaan yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi bahkan tidak jarang mereka melakukan …

Tips Membuka Usaha Boba Rumahan

Bisnis minuman boba saat ini popularitasnya semakin meroket. Produk minuman kekinian ini bisa mendatangkan begitu banyak keuntungan. Anda juga bisa sukses mengelola bisnis boba rumahan ini bahkan dari nol. Namun tak …

Tips Bepergian Saat New Normal Agar Lebih Aman
0 Comments

Berdiam diri merupakan cara termudah dan teraman untuk menghindari penularan covid 19. Tetapi, terkadang Anda dituntut untuk keluar ke sebuah kawasan. Untuk itulah, Anda butuh tips bepergian saat new normal ini.

Membekali diri dengan informasi sangatlah penting. Ini bisa membuat Anda lebih berhati-hati. Terlebih, penyebaran virus masih berlangsung hingga saat ini.

Anda tentunya tidak ingin tertular virus mematikan tersebut. Secara, penanganannya cukup merepotkan. Alasannya ialah tenaga medis masih belum sepenuhnya mengetahui cara efektif untuk menuntaskannya.

Salah satu cara untuk mencegah penularan ialah dengan menjauh dari penderita. Ini bisa dilakukan dengan bantuan Pelacak Covid-19. Pelacak ini adalah sebuah aplikasi khusus yang diinstal langsung ke dalam smartphone.

Sembari memanfaatkan aplikasi, Anda juga perlu menerapkan cara bepergian saat new normal yang tepat. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

Gunakan Kendaraan Pribadi

Bepergian lebih aman dengan kendaraan pribadi. Kendaraan ini bisa mobil, bisa juga sepeda motor. Yang terpenting, kendaraan ini milik sendiri.

Alasannya adalah Anda mengetahui persis tentang kebersihan kendaraan. Setidaknya, mobil tidak digunakan oleh orang banyak

Berbeda jika menggunakan kendaraan umum. Kendaraan ini dimungkinkan pernah digunakan oleh pengidap covid. Kemungkinannya, virus masih menempel pada kendaraan.

Apabila Anda menggunakannya, Anda berisiko terinfeksi. Pasalnya, virus dimungkinkan berpindah dari kendaraan ke tubuh. Kemudian masuk melalui hidung atau mulut tanpa disadari.

Melihat besarnya risiko, sudah semestinya Anda lebih bijak dalam bepergian. Pilihan terbaiknya adalah mengendarai kendaraan pribadi. Itu jauh lebih aman ketimbang menggunakan sarana transportasi umum.

Lindungi Mulut dengan Masker

Masker terbilang sangat ringan untuk dibawa. Anda diwajibkan untuk mengenakannya. Walaupun kenyataannya, Anda merasa tidak nyaman.

Alasannya ialah masker ini sebagai sarana untuk melindungi dari terhirupnya partikel berbahaya. Khususnya partikel yang mengandung virus.

Semakin baik masker yang digunakan, potensi masuknya virus semakin kecil. Anda bakal terlindungi dari terinfeksi penularan wabah.

Mengenai penggunaannya, Anda disarankan untuk mengenakannya dari rumah. Kenakan setiap waktu. Terutama jika berada di lingkungan yang kurang bersih. Contohnya lingkungan dengan polusi tinggi.

Supaya tidak sering membeli masker, miliki masker yang bisa digunakan berulang kali. Contohnya masker kain dengan tingkat kerapatan lebih baik. Karena masker ini bisa dicuci kembali.

Untuk pencuciannya, rendam terlebih dahulu dengan air panas. Setelah itu, cuci dengan sabun. Dengan begitu, masker bisa terbebas dari kuman serta virus.

Bawalah Hand Sanitizer

Arahan pemerintah untuk menggunakan hand sanitizer mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ini adalah bentuk dari kesadaran untuk menghindari perluasan wabah.

Hampir setiap tempat sudah disediakan hand sanitizer. Tujuannya tidak lain untuk dijadikan sarana membunuh virus yang menempel pada permukaan tangan.

Meskipun setiap tempat sudah menyediakannya, tidak ada salahnya untuk membawanya sendiri. Toh, alat bantu ini tidak sulit untuk dibawa.

Membawanya sendiri bisa membuat Anda lebih nyaman. Anda tidak perlu meminta ataupun mengambilnya dari beberapa tempat. Karena sebagian orang terkadang malu untuk menggunakan meskipun disediakan untuk umum.

Kurangi Penggunaan Uang Tunai

Diketahui bahwa penyebaran virus paling cepat melalui uang kertas. Hal ini disebabkan oleh perputaran uang yang terus menerus. Bahkan, Anda tidak mengetahui siapa yang dulunya memegang uang tersebut.

Ketika uang ini dijadikan alat transaksi oleh pembawa virus, virus bisa berpindah dengan mudah. Permukaan tangan Anda bakalan ditempeli. Kemudian, Anda akan bertindak sebagai pembawa yang kemungkinan mengalami masalah serius kedepannya.

Menyadari potensi perpindahan virus melalui alat pembayaran konvensional, sudah semestinya Anda lebih bijak dalam memanfaatkan. Ada baiknya jika Anda memilih sistem pembayaran non tunai. Contohnya dengan menggunakan credit card atau semacamnya.

Metode pembayaran ini bisa dimanfaatkan untuk membayar tiket ke lokasi wisata. Bisa juga untuk keperluan booking alat transportasi sampai penginapan.

Tetapi bila terpaksa menggunakan uang tunai, Anda dianjurkan untuk memanfaatkan hand sanitizer. Biasakan untuk cuci tangan sehabis bertransaksi. Itu menjadi pilihan terbaik yang mana mampu meminimalkan adanya virus.

Jangan lupa untuk terus memeriksa siapa saja yang Anda temui di jalanan. Lihat aplikasi TemanSehat yang ada dalam smartphone. Aplikasi ini bakal memberikan informasi berguna bagi penggunanya. Misalnya bila di sekitar terdapat pengidap, aplikasi ini akan memberikan status peringatan.

Hindari Berkunjung di Zona Merah

Ketika hendak bepergian ke suatu tempat, carilah informasi terlebih dahulu. Temukan informasi dari berbagai media. Khususnya berkaitan dengan penyebaran virus di kawasan yang akan dikunjungi.

Pastikan bahwa lokasinya tidak dalam kondisi memprihatinkan. Setidaknya, penularannya sangat minim. Dengan kata lain, masyarakat di sekitar lokasi memang sudah sadar akan pentingnya memutus rantai wabah.

Apabila Anda menemukan informasi bahwa lokasinya rawan, ada baiknya untuk mengurungkan niat berkunjung. Ini adalah keputusan bijaksana. Alasannya adalah risikonya terlalu berbahaya.

Memaksa diri untuk bepergian hanya memicu pertambahan dari daftar panjang penularan. Meskipun kondisi tubuh sehat, Anda mungkin mengalami gejala dalam hitungan hari.

Kondisi terparah ialah bila menularkan pada keluarga. Terutama anggota keluarga dengan sistem imunitas kurang baik. Contohnya orang tua yang sering jatuh sakit.

Apabila dengan terpaksa keluar, bersihkan tubuh dan sejumlah peralatan yang dibawa. Berdiamlah di luar sembari mandi dan cuci kaki tangan. Kemudian cucilah seluruh peralatan agar virus tidak terbawa masuk ke dalam rumah.

Kesimpulannya, tingkatkan kewaspadaan selama berkunjung ke suatu tempat. Hindari kontak dengan banyak orang. Selain itu, terapkan tips bepergian saat new normal di atas agar terhindari dari risiko tertular.

shares